KERINCI, Porosjambimedia.com – Pemerintah Kabupaten Kerinci menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong transformasi digital pemerintahan. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan Assessment Kesiapan Digital Tahun 2026 yang digelar oleh Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia di Kantor Bupati Kerinci, Rabu (29/4/2026).
Kegiatan yang difasilitasi oleh Dinas Kominfo Kerinci tersebut bertujuan untuk mengukur sekaligus memperkuat kesiapan daerah dalam menerapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) secara optimal.
Bupati Kerinci, Monadi, dalam sambutannya menegaskan bahwa digitalisasi merupakan kebutuhan mendesak dalam tata kelola pemerintahan modern. Ia menyebut, pemanfaatan teknologi informasi harus mampu menghadirkan layanan publik yang cepat, transparan, dan akuntabel.
“Transformasi digital bukan sekadar menghadirkan aplikasi, tetapi juga perubahan pola kerja birokrasi menuju sistem yang terintegrasi dan berorientasi pada pelayanan masyarakat,” ujar Monadi.
Ia juga mengungkapkan bahwa Indeks SPBE Kabupaten Kerinci pada tahun 2025 berada di angka 2,35. Angka tersebut menunjukkan masih adanya peluang besar untuk peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan berbasis digital.
Sementara itu, Direktur Akselerasi Digitalisasi Pemerintah Daerah Komdigi RI, Aris Kurniawan, mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Kerinci yang aktif mengikuti asesmen tersebut.
Menurutnya, asesmen ini menjadi bagian penting dalam memberikan rekomendasi strategis guna memperkuat implementasi SPBE di daerah.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, pemerintah daerah dapat meningkatkan kualitas layanan publik berbasis digital serta memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia, infrastruktur, serta integrasi sistem layanan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Monadi mengajak seluruh perangkat daerah untuk berperan aktif dalam proses asesmen dengan menyampaikan kondisi riil di masing-masing unit kerja secara terbuka. Ia menilai hal tersebut penting untuk menghasilkan evaluasi yang objektif dan solusi yang tepat.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan gambaran menyeluruh terkait tantangan dan peluang digitalisasi di Kerinci, serta menjadi dasar dalam menyusun langkah strategis ke depan,” tambahnya.
Kegiatan asesmen ini turut menghadirkan sejumlah tenaga ahli, di antaranya Harya Damar Widiputra dan Binti Azizatun Nafi’ah, serta dihadiri jajaran pejabat daerah, termasuk Sekretaris Daerah Kerinci dan para kepala perangkat daerah.
Melalui asesmen ini, Pemerintah Kabupaten Kerinci menargetkan peningkatan indeks SPBE serta terwujudnya tata kelola pemerintahan yang lebih modern, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (Hst)















