SUNGAI PENUH, Porosjambimedia.com – Menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H/2026 M, Pemerintah Kota Sungai Penuh melalui Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) pada 14–15 Februari 2026.
Kegiatan tersebut dipusatkan di kawasan Tugu 17, depan Gedung Nasional Sungai Penuh, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Program ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pasokan serta mengantisipasi kenaikan harga bahan pokok di pasaran.
Kepala DPKPP Kota Sungai Penuh, Suarman, menyampaikan bahwa Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu instrumen pengendalian inflasi daerah, khususnya menjelang hari besar keagamaan yang biasanya diiringi peningkatan permintaan bahan pangan.
“Kami ingin memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sehingga menyambut Ramadhan dengan tenang tanpa kekhawatiran lonjakan harga,” ujarnya, Rabu (11/2/2026).
Dalam kegiatan ini, pemerintah menyediakan berbagai komoditas utama seperti beras, minyak goreng, gula pasir, dan telur. Selain itu, tersedia pula cabai, bawang merah, bawang putih, serta sejumlah produk pertanian lokal hasil petani daerah.
Menurut Suarman, Gerakan Pangan Murah bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari komitmen berkelanjutan pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat.
“Memang ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga belakangan ini. Karena itu, kami hadir melalui GPM sebagai langkah konkret menjaga kestabilan harga di pasar,” tegasnya.
Pemkot Sungai Penuh berencana mengintensifkan kegiatan serupa secara berkala sebagai upaya penguatan ketahanan pangan daerah dan pengendalian inflasi, khususnya menjelang momentum penting seperti Ramadhan dan Idul Fitri. (Hes)















