Tangsel, Porosjambimedia.com– Sistem kuliah online kerap dianggap kurang efektif dibanding perkuliahan tatap muka. Namun anggapan itu berhasil dipatahkan oleh Asri Syakilla Putri Sugandi, lulusan Universitas Terbuka (UT) yang berhasil meraih predikat wisudawan terbaik jenjang sarjana.
Dari hampir 2.000 lulusan pada Wisuda UT Periode I Tahun 2026, Asri terpilih sebagai satu dari empat lulusan terbaik. Mahasiswi Program Studi S1 Ilmu Komunikasi ini menuntaskan pendidikannya dengan IPK 3,67 (cumlaude) meski seluruh proses perkuliahan dijalani secara daring.
Asri mengaku tak pernah membayangkan namanya akan dipanggil sebagai lulusan terbaik. Baginya, capaian ini menjadi kejutan besar sekaligus pembuktian bahwa kuliah online bukan penghalang untuk berprestasi.
Menjalani Kuliah Mandiri Sejak Pandemi
Asri mulai berkuliah di Universitas Terbuka pada 2021, bertepatan dengan masa pandemi COVID-19. Sejak awal, ia sudah terbiasa dengan sistem belajar mandiri tanpa pertemuan langsung dengan dosen.
Dalam paket perkuliahan yang diambil, seluruh materi disampaikan melalui modul, video pembelajaran, serta platform e-learning. Tidak adanya penjelasan tatap muka membuatnya harus ekstra telaten membaca dan memahami materi secara mandiri.
Ia mengakui bahasa dalam buku ajar sering kali tidak mudah dipahami, sehingga membutuhkan pengulangan bacaan dan strategi belajar yang konsisten agar materi benar-benar dikuasai.
Tantangan Akademik dan Penurunan IPK
Perjalanan akademiknya tidak selalu berjalan mulus. Asri sempat mengalami penurunan IPK, terutama ketika harus menghadapi ujian akhir semester dengan materi yang luas dan tanpa kisi-kisi.
Tantangan semakin terasa saat sistem ujian berubah. Dari awalnya ujian daring bersifat open book, UT kemudian kembali menerapkan ujian tatap muka secara offline dengan sistem closed book. Perubahan ini menuntut penyesuaian besar dalam pola belajar.
Namun, dari titik tersebut Asri mulai memperbaiki ritme belajar dan menyusun strategi yang lebih disiplin hingga prestasinya kembali meningkat.
Kuliah Sambil Bekerja
Selain fokus pada kuliah, Asri juga menjalani pekerjaan sebagai staf tata usaha di sebuah pesantren di wilayah Gunung Sindur, Bogor. Ia bersyukur memiliki jam kerja yang relatif fleksibel sehingga tetap bisa membagi waktu antara pekerjaan dan studi.
Waktu luang di siang hari dimanfaatkannya untuk membaca modul, mengerjakan tugas, dan mempersiapkan ujian. Konsistensi inilah yang menjadi kunci keberhasilannya menyeimbangkan kuliah dan pekerjaan.
Membangun Relasi di Kampus Daring
Meski tidak bertemu langsung dengan teman sekelas, Asri aktif membangun jejaring melalui media sosial. Ia bergabung dalam grup Telegram dan WhatsApp mahasiswa UT, serta terlibat dalam organisasi kemahasiswaan seperti Makom UT dan KBM.
Melalui aktivitas tersebut, Asri tak hanya memperluas relasi, tetapi juga mendapatkan dukungan akademik dan non-akademik selama masa studi.
Kunci Sukses Kuliah Online Versi Asri
Menurut Asri, kunci utama sukses kuliah full online adalah disiplin membaca dan konsisten mengerjakan latihan soal. Ia selalu memastikan seluruh materi dalam modul dibaca tuntas dan latihan di setiap bab dikerjakan.
Di akhir perkuliahan, Asri juga menyoroti masih adanya stigma negatif terhadap Universitas Terbuka. Padahal, menurutnya, UT menuntut kemandirian dan kedisiplinan yang tinggi, bahkan tak kalah menantang dibanding kampus tatap muka.
Prestasi yang diraihnya menjadi bukti bahwa dengan komitmen dan strategi belajar yang tepat, kuliah daring mampu melahirkan lulusan berprestasi. (Ai)















