Kerinci,Porosjambimedia.com– Polemik mewarnai penyelenggaraan Bupati Cup Kerinci 2025 setelah PS Semurup resmi menyatakan pengunduran diri dari turnamen.
Keputusan itu mereka ambil usai keluarnya putusan panitia yang memerintahkan pertandingan ulang antara PS Semurup dan Song Song Barat, meski laga sebelumnya telah dimenangkan Semurup secara sah di lapangan.
Persoalan bermula beberapa hari setelah pertandingan usai. Pihak Song Song Barat menyampaikan keberatan terkait pemain PS Semurup bernomor punggung 7, Pino Ramanda.Yang kemudian menjadi sorotan adalah waktu penyampaian protes yang datang setelah pertandingan selesai dan tanpa surat keberatan resmi pada hari pertandingan sebagaimana lazimnya regulasi diterapkan.
Meski protes dianggap tidak sesuai prosedur, panitia turnamen tetap menindaklanjuti laporan tersebut. Melalui surat bernomor 039/BC/XI/2025, panitia memutuskan pertandingan ulang dan menjatuhkan larangan bermain kepada pemain PS Semurup yang dipersoalkan.
Keputusan itu menjadi pemicu kekecewaan bagi PS Semurup. Mereka menilai proses pengambilan keputusan tidak transparan serta tidak melalui mekanisme klarifikasi kepada pihak yang dituduh.
“Kami sudah menjalani pertandingan dengan sportif dan hasilnya sudah ditetapkan. Namun tiba-tiba keluar keputusan baru tanpa adanya komunikasi kepada kami. Ini membuat kami merasa tidak mendapatkan perlakuan yang adil,” ujar salah satu pemain PS Semurup.
Dalam pernyataan resmi pengunduran diri, PS Semurup menegaskan bahwa keputusan panitia dianggap tidak sesuai prosedur dan berpotensi mencederai prinsip sportivitas. Mereka menyebut tidak ada pemberitahuan resmi dari pihak panitia sejak dugaan pelanggaran pertama kali disampaikan, serta tidak ada kesempatan klarifikasi yang diberikan.
Situasi ini membuat publik sepak bola lokal mulai mempertanyakan peran dan sikap PSSI Kerinci selaku induk organisasi sepak bola daerah. Sejumlah pertanyaan muncul terkait konsistensi penerapan regulasi, proses pengambilan keputusan panitia, hingga pentingnya memastikan turnamen berjalan dengan standar profesional.
Pengunduran diri PS Semurup pun menjadi catatan tersendiri di gelaran Bupati Cup Kerinci 2025. Selain merugikan tim yang telah bertanding, polemik tersebut turut mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola kompetisi daerah.
Banyak pihak berharap kejadian serupa tidak kembali terulang pada turnamen berikutnya. (Hst)
Editor : Hesty















