Kerinci, Porosjambimedia.com – Kontroversi baru kembali mencuat dalam penyelenggaraan turnamen sepak bola Kabupaten Kerinci. Penundaan mendadak pertandingan semifinal membuat publik bertanya-tanya, terlebih muncul dugaan bahwa PSSI Kerinci tengah “melemparkan bola panas” ke Bupati Kerinci agar ikut terseret dalam pusaran polemik.
Penundaan ini dilakukan tanpa alasan teknis yang jelas, sehingga memicu spekulasi di kalangan masyarakat dan insan sepak bola. Banyak yang menilai langkah PSSI Kerinci sengaja dilakukan untuk menunggu “restu” atau keputusan politik dari pimpinan daerah, khususnya terkait isu yang tengah diarahkan kepada salah satu tim semifinalis.
Beberapa pengamat lokal menilai situasi ini tidak sehat bagi dunia olahraga. “Jika benar ada upaya menarik Bupati ke dalam konflik internal PSSI, maka ini tindakan yang tidak etis. Turnamen harusnya netral, sportif, dan bebas intervensi,” ujar salah satu pemerhati sepak bola Kerinci.
Sumber lain menyebutkan bahwa PSSI Kerinci tengah berada dalam tekanan besar akibat berbagai keputusan kontroversial sebelumnya. Dengan menunda semifinal, PSSI diduga berusaha memindahkan beban tanggung jawab kepada Bupati, sehingga apa pun hasil akhirnya dapat dialihkan sebagai keputusan pemerintah daerah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari PSSI Kerinci terkait alasan penundaan maupun konfirmasi apakah Bupati terlibat dalam proses pengambilan keputusan. Sementara itu, masyarakat menuntut transparansi penuh agar turnamen tidak semakin terseret ke arah konflik dan kepentingan tertentu.
Semua pihak kini menunggu langkah selanjutnya, apakah turnamen bisa kembali fokus pada sportivitas, atau justru semakin terperangkap dalam intrik.
Editor : Hesty















