Jakarta, Porosjambimedia.com– Pemerintah terus mempercepat pengiriman perangkat smart screen ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia, termasuk wilayah yang paling sulit dijangkau. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesetaraan akses pendidikan bagi seluruh siswa tanpa terkecuali.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa jumlah perangkat yang telah dikirim hampir mencapai 215.000 unit. Ia menargetkan seluruh pengadaan tahun ini dapat tersalurkan ke 288.000 sekolah paling lambat pada awal tahun depan, meski sempat terkendala cuaca ekstrem di sejumlah daerah.
“Insyaallah akhir Desember atau awal Januari semuanya tiba di sekolah-sekolah. Tantangannya memang cuaca, terutama untuk wilayah yang aksesnya sulit. Tapi saya bangga melihat upaya kita untuk menjangkau pelosok negeri,” ujar Presiden.
Menurutnya, pemerataan kualitas pendidikan harus dimulai dari ketersediaan fasilitas. Karena itu, sekolah yang berada di daerah paling luar sekalipun wajib mendapatkan smart screen sebagai sarana pembelajaran modern.
“Setiap ruang kelas harus punya kesempatan yang sama. Tidak boleh ada satu desa pun yang tertinggal,” tegasnya.
Pemerintah menargetkan pada tahun depan setiap sekolah memiliki tiga unit smart screen. Kemudian, pada 2027 jumlahnya akan ditambah dua unit lagi sehingga setiap jenjang pendidikan memiliki satu perangkat lengkap.
Lewat smart screen tersebut, pemerintah akan menayangkan materi pembelajaran dari para pengajar terbaik yang direkam dalam studio khusus. Bahkan, Presiden Prabowo berencana menghadirkan guru-guru dari luar negeri untuk mengajar berbagai bahasa internasional.
“Dengan begitu, sekolah di mana pun bisa belajar langsung dari penutur asli bahasa Inggris, Mandarin, Prancis, Korea, Jepang, hingga Portugis. Kita ingin anak-anak Indonesia bisa bersaing dan bekerja di mana pun di dunia,” ujarnya . ( Hst)
Editor : Hesty
Sumber Berita : CNBC INDONESIA















