KERINCI, Porosjambimedia.com – Laga Bupati Cup 2025 kembali menuai kritik tajam dari berbagai pihak. Pertandingan antara PS Semurup melawan Bintang Tiga Penawar di Lapangan Sigegar Bumi Siulak Panjang, Senin (3/11), diwarnai kontroversi besar yang mencoreng semangat sportivitas turnamen.
Pasalnya, tim lawan PS Semurup merupakan tim yang diperkuat langsung oleh Ketua Panitia Turnamen, yang juga merangkap sebagai pemain aktif di lapangan. Kondisi ini menimbulkan dugaan kuat adanya konflik kepentingan dan ketidaknetralan dalam penyelenggaraan kompetisi yang seharusnya berjalan adil dan profesional.
Kekecewaan semakin memuncak ketika PS Semurup dirugikan oleh keputusan wasit yang keliru. Dalam satu momen krusial, penyerang PS Semurup berhasil mencetak gol setelah menerima umpan dari tendangan gawang, namun wasit justru meniup peluit offside.
Padahal, menurut aturan resmi FIFA dan PSSI, situasi bola mati dari gawang tidak dapat dianggap offside dalam kondisi apa pun.
“Bola dari gawang saja bisa offside, ini jelas bukan salah pemain tapi salah wasit yang tidak tahu aturan dasar sepak bola,” keluh salah satu pemain PS Semurup usai pertandingan.
Keputusan tersebut memicu kemarahan penonton dan kecurigaan bahwa pertandingan sudah tidak lagi berjalan objektif. Banyak pihak menilai, panitia seharusnya menjaga netralitas dan tidak melibatkan diri sebagai pemain di tim peserta.
Turnamen yang seharusnya menjadi ajang pembinaan dan pencarian bibit muda berbakat justru dinodai dengan praktik yang mencoreng nilai sportivitas.
Publik kini mendesak agar Bupati Kerinci selaku inisiator turnamen segera turun tangan, mengevaluasi kinerja panitia, dan memastikan Bupati Cup tetap menjadi ajang pembinaan, bukan ajang kepentingan pribadi..
Editor : Hesty















