JAKARTA, Porosjambimedia.com — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi meluncurkan Program Pelatihan Teknis Literasi Nasional 2025 yang ditujukan bagi guru PAUD, SD, dan SMP di seluruh Indonesia. Program ini merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan kompetensi guru di bidang literasi, pengajaran membaca, dan menulis.
Melalui surat edaran bernomor 4152/B1.B5/GT.02.00/2025, yang ditandatangani oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Temu Ismail, Kemendikdasmen menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan kolaborasi antara Kemendikdasmen dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
“Program ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat kualitas guru Indonesia agar mampu melahirkan generasi literat dan berdaya saing global,” ujar Temu Ismail, Minggu (12/10/2025).
Selain peningkatan kompetensi, program ini juga menjadi bagian dari komitmen Direktorat Guru Pendidikan Dasar dalam membangun Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI-WBK). Seluruh proses rekrutmen dan pelaksanaan program dijalankan secara transparan dan bebas gratifikasi.
Beasiswa Microcredential dari Cambridge University
Berbeda dari pelatihan konvensional, peserta terpilih akan memperoleh kesempatan langka mengikuti Beasiswa Microcredential Literacy Program selama enam hari penuh. Pelatihan ini dibimbing langsung oleh pakar literasi internasional dari Cambridge University, Inggris, dan dikombinasikan dengan sesi pembekalan oleh ahli literasi nasional.
Materi yang diberikan meliputi:
- Strategi mengajar membaca dan menulis berbasis literasi kontekstual.
- Peningkatan keterampilan berpikir kritis dan komunikasi efektif di ruang kelas.
- Penerapan kurikulum literasi digital dalam pembelajaran abad ke-21.
Pendaftaran dibuka pada 7–21 Oktober 2025 dan dilakukan sepenuhnya secara online melalui laman resmi Kemendikdasmen.
Adapun syarat utama bagi calon peserta, antara lain:
- Warga Negara Indonesia, usia maksimal 55 tahun per 31 Desember 2025.
- Guru aktif PAUD, SD, atau SMP dengan pengalaman mengajar minimal dua tahun.
- Mampu mengoperasikan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
- Memiliki IPK minimal 3,00 dari ijazah S1.
- Menyertakan sertifikat kemampuan Bahasa Inggris (TOEFL, IELTS, Duolingo, atau English Score). (Bagi guru lulusan luar negeri dalam dua tahun terakhir, sertifikat bahasa Inggris tidak diwajibkan).
Calon peserta juga wajib melampirkan:
- Surat kesediaan mengikuti pelatihan hingga tuntas.
- Rekomendasi dari kepala sekolah atau atasan langsung.
- Esai motivasi pribadi (personal statement) berisi alasan dan komitmen mengikuti pelatihan.
Untuk memastikan kelancaran pendaftaran dan pendampingan, tersedia kontak resmi sebagai berikut:
- Dea Wigimika Nugraha (0821-1078-1560) – untuk guru PAUD
- Emy Fitriani (0812-9427-3440) – untuk guru SD dan SMP
Dukung Transformasi Pendidikan Nasional
Program ini menjadi bagian dari agenda besar Kemendikdasmen dalam mewujudkan transformasi pendidikan nasional berbasis kompetensi dan karakter. Dengan dukungan LPDP dan lembaga internasional, pelatihan ini diharapkan mampu memperluas wawasan para pendidik Indonesia agar siap bersaing di tingkat global.
“Kami ingin memastikan setiap guru memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional,” tambah Temu Ismail.
Kesempatan ini menjadi momentum berharga bagi para pendidik yang ingin meningkatkan kapasitas profesional sekaligus membangun jejaring internasional di dunia pendidikan. (Hst)
Editor : Hesty
Sumber Berita : Klikpendidikan.Id















