SUNGAI PENUH, Porosjambimedia.com – Dalam upaya memastikan pemenuhan hak-hak dasar serta kualitas pelayanan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sungai Penuh terus berkomitmen menerapkan pendekatan yang humanis. Hal ini dibuktikan melalui aksi nyata Kepala Rutan Sungai Penuh, Sahat Parsaulian, yang turun langsung memimpin kegiatan peninjauan atau blusukan ke blok-blok hunian warga binaan.
Didampingi oleh jajaran petugas pengamanan, Sahat Parsaulian menyambangi satu per satu kamar hunian, termasuk menyisir area kamar Maximum Security hingga Medium Security. Kegiatan ini sengaja dirancang sebagai ruang dialog terbuka guna mendengar langsung keluh kesah, menyerap aspirasi, sekaligus memantau kondisi kesehatan para warga binaan secara riil di lapangan.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Rutan terlihat membaur dan duduk bersama warga binaan untuk berdiskusi dengan santai namun tetap kondusif. Langkah ini dinilai efektif untuk mempererat kedekatan emosional antara pihak urusan pemasyarakatan dan warga binaan, sehingga tercipta rasa saling menghargai.
Selain berfungsi sebagai sarana penyerap aspirasi dan pemastian hak dasar WBP, aksi turun lapangan ini juga menjadi langkah deteksi dini yang sangat efektif. Melalui pengawasan langsung yang persuasif, pihak Rutan dapat mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban.
“Kunjungan langsung seperti ini penting untuk memastikan seluruh hak warga binaan terpenuhi dengan baik, sekaligus menjaga lingkungan Rutan Sungai Penuh agar tetap aman, kondusif, dan harmonis,” ujar narator dalam video dokumentasi tersebut.
Kegiatan berjalan dengan lancar dan mendapatkan respons positif dari para warga binaan yang merasa didengarkan dan diperhatikan hak-haknya selama menjalani masa pembinaan.















