KERINCI, Porosjambimedia.com , menjadi momen bersejarah bagi keluarga besar SMA Negeri 4 Kerinci. Bukan sekadar seremoni perpisahan biasa, acara pelepasan siswa kelas XII Angkatan 40 yang menamakan diri mereka “Quarestara” ini menjadi ajang unjuk kreativitas dan pelestarian budaya lokal yang luar biasa. Sabtu (18/4/2026).
Acara yang diinisiasi secara mandiri oleh siswa dengan dukungan penuh orang tua dan sekolah ini berlangsung khidmat meski sempat diguyur gerimis. Kehadiran tokoh penting seperti Waka Polsek, Camat Siulak, serta jajaran undangan lainnya menambah kesakralan momen pelepasan siswa menuju babak kehidupan baru.
Literasi dan Budaya sebagai Warisan
Perpisahan kali ini mencatatkan sejarah dengan lahirnya tiga karya besar sekaligus:
Antologi Cerpen “Suara dari Larik Tua”: Persembahan siswa kelas XII IPS di bawah bimbingan Ibu Antri Mariza, yang merangkai imajinasi dan refleksi hati mereka dalam balutan literasi.
Buku “Belajar dari Bumi Sakti Alam Kerinci”: Karya inspiratif dari Kepala Sekolah, Nelly Afrianty, S.Si, M.Pd., yang mengangkat nilai-nilai kearifan lokal.
Batik Motif “Buah Tutung”: Hasil karya siswa kelas XI di bawah bimbingan Ibu Sella Raflesia. Motif batik ini bahkan langsung dikenakan oleh para guru sebagai bentuk kebanggaan terhadap identitas budaya Kerinci.
Pesan Menyentuh Kepala Sekolah
Dalam suasana penuh haru, Kepala SMAN 4 Kerinci, Nelly Afrianty, membacakan puisi berjudul “Melepas Senyap Menuju Langit” yang didedikasikan khusus untuk Angkatan 40. Beliau menegaskan bahwa perpisahan ini bukanlah akhir, melainkan awal bagi para siswa untuk terus berkarya di luar sana.
“Lahirnya karya-karya ini membuktikan bahwa SMAN 4 Kerinci tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga mendorong tumbuhnya kreativitas dan karakter yang berakar kuat pada nilai kearifan lokal,” ungkapnya.















