SUNGAI PENUH, Porosjambimedia.com– Bencana alam tanah longsor kembali terjadi di kawasan rawan Km 13 Puncak jalan lintas Sungai Penuh – Tapan, Pesisir Selatan, pada Kamis (27/2/2025) pukul 08.30 WIB. Longsoran tanah dari tebing pinggir jalan tersebut menyebabkan 1 unit warung permanen bagian dapur dengan ukuran 25 x 4 meter terbawa material longsor.
Warung yang terdampak merupakan bangunan kosong yang tidak berpenghuni selama lebih kurang lima bulan karena sedang dalam proses renovasi. Pemilik warung diketahui bernama Danil (62), pensiunan PNS, warga Desa Koto Tinggi, Kecamatan Sungai Bungkal, Kota Sungai Penuh.
Kronologi Kejadian
Menurut keterangan saksi, Hari (25), wiraswasta, yang saat itu sedang membuka Caffe/Resto Nodit miliknya di lokasi, sekitar pukul 08.00 WIB ia melihat bagian dapur warung kosong tersebut tiba-tiba ambruk dan terbawa longsor.
Saksi menyebutkan bahwa saat kejadian cuaca sedang hujan deras dengan intensitas tinggi, sehingga tanah timbunan tempat warung berdiri tidak mampu bertahan menghadapi gerusan air dari arah atas badan jalan.
“Warung itu memang sudah lama kosong, hampir lima bulan. Pemiliknya sedang merenovasi dan rencananya baru akan dibuka kembali pada Januari 2026,” ujar saksi.
Melihat kejadian tersebut, saksi segera melaporkan peristiwa itu kepada personel piket Polsek Sungai Penuh. Tidak lama berselang, Wakapolsek, Kanit Intel, BKTM, serta personel Polsek Sungai Penuh tiba di lokasi untuk melakukan pengecekan serta pengamanan area.
Kerugian dan Dampak
Berdasarkan laporan resmi, tidak adanya kerugian korban jiwa yang ditimbulkan, hanya ada kerusakan berupa Satu unit dapur warung permanen berbentuk bedeng sepanjang 25 meter dengan lebar 4 meter.
Tidak ada kendaraan maupun warga yang turut terdampak, mengingat lokasi warung dalam keadaan kosong dan berada sedikit menjorok dari badan jalan lintas.
Saat ini, Wakapolsek Ipda Adi Wijaya, SE memimpin langsung personel yang standby di lokasi, mengingat hujan yang masih berpotensi menimbulkan longsor lanjutan.
Catatan Lokasi Rawan
Berdasarkan pemeriksaan, warung yang terdampak berdiri di atas tanah timbunan sehingga pondasinya tidak cukup kuat menghadapi tekanan dan erosi tanah saat hujan intens. Kondisi ini membuat bangunan lebih rentan mengalami longsor, terutama saat curah hujan tinggi seperti pada hari kejadian.
Penulis : Hesty
Editor : Hesty
Sumber Berita : Humas Polres Kerinci















