Sungai Penuh,Porosjambimedia.com- Malam yang biasanya tenang di Desa Koto Pudung, Kecamatan Tanah Kampung, berubah menjadi cemas ketika air Sungai Batang Sangkir mulai meluap ke bahu jalan, Rabu (22/10/2025).
Hujan deras yang mengguyur Kota Sungai Penuh dan sebagian wilayah Kabupaten Kerinci sejak sore membuat debit air meningkat drastis. Warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai mulai bersiaga, khawatir genangan meluas ke pemukiman.
“Air sudah sampai ke pinggir jalan. Kalau hujan tidak berhenti, rumah kami bisa kemasukan air seperti tahun lalu,” ujar Wen, warga setempat, sambil menumpuk karung pasir di depan rumahnya.
Mengantisipasi luapan yang lebih besar, sejumlah warga bahu-membahu membuat tanggul darurat menggunakan karung pasir dan tumpukan tanah. Mereka bekerja di bawah rintik hujan dengan alat seadanya, berharap air tak semakin naik.
“Kami sudah terbiasa berjaga kalau hujan terus. Tapi kali ini deras sekali, airnya cepat naik,” kata seorang warga lainnya, Rifki (38).
Menurut warga, kondisi seperti ini hampir terjadi setiap musim penghujan. Namun tahun ini, debit air naik lebih cepat dari biasanya. Mereka menduga, endapan lumpur di dasar sungai dan penyempitan alur air menjadi salah satu penyebab meluapnya air ke jalan.
Pantauan hingga malam hari, hujan masih turun di wilayah Kota Sungai Penuh dan sekitarnya. Arus air di Sungai Batang Sangkir tampak semakin deras, mengalir deras ke arah hilir.
Kondisi tersebut membuat warga semakin waspada. Beberapa keluarga sudah menyiapkan barang-barang penting untuk dievakuasi jika air terus naik.
“Kami minta pemerintah cepat turun tangan. Jangan sampai banjir dulu baru bergerak,” ucap Wen.
Warga berharap pemerintah daerah segera menurunkan tim siaga banjir untuk memantau situasi di sepanjang aliran Batang Sangkir, terutama di titik-titik rawan genangan.
Kepala Desa Koto Pudung, yang dihubungi melalui sambungan telepon, mengaku sudah melaporkan kondisi tersebut ke BPBD Kota Sungai Penuh dan meminta bantuan tanggul sementara.
“Kami sudah koordinasi dengan BPBD. Mudah-mudahan segera ada petugas yang turun malam ini,” ujarnya singkat.
Sungai Batang Sangkir menjadi salah satu sungai yang kerap meluap setiap musim hujan. Pada akhir 2023 lalu, luapan air bahkan sempat menutup akses jalan utama desa dan merendam puluhan rumah warga.
Warga kini hanya bisa berharap agar curah hujan segera mereda dan air tidak naik lebih tinggi. Di tengah udara dingin malam, mereka berjaga di depan rumah masing-masing, menatap aliran air yang semakin mendekat—antara waspada dan lelah karena harus siap setiap musim hujan tiba. (Hst)
Sumber Berita : Koridornews.id















