POROS, Sungai penuh – Polres Kerinci melalui Satreskrim Polres Kerinci, mengadakan mediasi untuk menyelesaikan kasus pemukulan yang melibatkan beberapa pemuda dari Desa Kumun terhadap M Nor Amin, warga Desa Batu Lumut. Pada Sabtu (8/3/2025).
Mediasi tersebut digelar di Aula Tribrata Polres Kerinci, yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Kerinci, AKP Very Prasetewan, SH. MH, yang diwakili oleh KBO Satreskrim Polres Kerinci, IPDA Mat. Syahir, dan Kanit PPA Sat Reskrim Polres Kerinci, IPDA Hendra Deri.
Mediasi tersebut turut dihadiri sejumlah perwakilan penting, antara lain Kepala Sekolah MAN 2 Sungai Penuh, Asmir Samin, Kepala Sekolah SMA N 2 Sungai Penuh, Syahdanur Gusmin, Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Sungai Penuh, Albizar, Dinas Sosial Kota Sungai Penuh, Dina Nopersa, serta sejumlah Kepala Desa dari daerah setempat, termasuk Kepala Desa Kumun Hilir, Fidia Putra, Kepala Desa Kumun Mudik, Awal Fari, Kepala Desa Ulu Air, Jonimo Hendra, dan Kepala Desa Sanggaran Galeh, Amrizal. Selain itu, orang tua dari 8 pemuda yang terlibat dalam kasus pemukulan juga turut hadir dalam mediasi tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, IPDA Mat. Syahir, mewakili pihak polres kerinci, mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban dan mengarahkan remaja untuk tidak terjerumus dalam perkelahian atau keributan yang dapat merusak masa depan mereka.
“Kami ingin mencegah agar anak-anak ini tidak terjerumus lebih dalam. Masa depan mereka masih panjang,” ujarnya.
Kasus pemukulan ini diharapkan dapat diselesaikan secara damai tanpa perlu menimbulkan dampak lebih besar di masyarakat, menekankan pentingnya pendekatan preventif untuk mencegah hal serupa terulang di masa depan.
Kepala Sekolah MAN 2 Sungai Penuh, Asmir Samin, menyampaikan penyesalan atas keterlibatan siswa mereka dalam kejadian ini dan berjanji akan melakukan evaluasi dan pengawasan lebih ketat. Hal yang sama juga disampaikan oleh Kepala Sekolah SMA N 2 Sungai Penuh, Syahdanur Gusmin, yang menekankan pentingnya memberikan efek jera kepada siswa yang terlibat. Kepala Desa juga menyatakan kesediaan untuk memberikan pemahaman kepada remaja di desa mereka agar tidak terlibat dalam kejadian serupa.
Selanjutnya pihak keluarga juga menyampaikan permohonan maaf atas kurangnya pengawasan terhadap anak-anak mereka. Mereka berkomitmen untuk lebih memperhatikan anak-anak mereka agar tidak terjerumus dalam perbuatan yang merugikan.
Dalam mediasi tersebut, para pelaku yang diamankan menyampaikan beberapa pernyataan penting, antara lain komitmen untuk tidak terlibat dalam keributan atau perkelahian di masa depan, serta bersedia diproses hukum jika kembali melakukan tindakan yang merugikan. Mereka juga berjanji untuk tidak melakukan aksi balas dendam dan mempercayakan penyelesaian masalah kepada pihak berwenang.
Diharapkan dengan adanya mediasi ini, masalah tersebut dapat diselesaikan dengan baik dan tidak menimbulkan ketegangan lebih lanjut di masyarakat.
Polres Kerinci Juga Berharap agar para remaja ini dapat mengambil pelajaran dan tidak mengulang kesalahan yang sama di masa depan.
“Diharapkan seluruh elemen masyarakat dapat bekerja sama menjaga ketertiban serta mendukung upaya pencegahan kekerasan di kalangan remaja’.
Dalam mediasi tersebut, pihak keluarga, sekolah, dan pemerintah desa berkomitmen untuk melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap anak-anak mereka guna mencegah perbuatan serupa.
Editor : Hesty
Sumber Berita : Humas polres kerinci















