Mengucapkan salam kepada non muslim, bolehkah?

- Redaksi

Jumat, 9 Februari 2024 - 11:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POROS, Umat Islam sangat dianjurkan untuk mengucapkan salam ketika bertemu dengan sesama Muslim. Karena di dalam salam yang diucapkan terselip doa yang mengandung makna keberkahan dan keselamatan.

Muslim disunnahkan untuk mengucapkan salam Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh yang berarti selamat sejahtera atas kamu, saat bertemu Muslim lainnya. Bagi yang menerima atau mendengar salam tersebut maka wajib menyahut atau membalas salamnya dengan lafaz, Wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh yang artinya selamat sejahtera atas kamu juga.

Mengucapkan salam pada dasarnya adalah amalan baik yang mengandung keutamaan besar, sebagaimana yang telah di jelaskan oleh Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam,

وَعَنْ أَبي أُمَامَةَ صُدَيِّ بْنِ عَجْلاَن البَاهِلِي – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – ، قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم – : [1] رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ بِإسْنَادٍ جَيِّدٍ .

Abu Umamah Shuday bin ‘Ajlan Al-Bahili radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, “Sesungguhnya orang yang paling utama menurut Allah adalah orang yang memulai salam di antara mereka.” (HR. Abu Daud dengan sanad jayyid)

Namun di era sekarang, sebagai bentuk rasa toleransi yang tinggi, banyak pejabat atau para influencer yang mengucapkan salam lintas agama. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur mengeluarkan taushiyah atau imbauan dan seruan dalam surat bernomor 110/MUI/JTM/2019 agar tidak melakukan salam lintas agama, karena dinilai syubhat yang dapat merusak kemurnian dari agama yang dianutnya.

Salam yang dimaksud adalah adalah ucapan salam yang berasal dari agama-agama, seperti salam sejahtera bagi kita semua (Kristen), Shalom (Katolik), Om Swastiastu (Hindu), Namo Buddhaya (Buddha) dan Salam Kebajikan (Konghucu), setelah ucapan assalamuaalaikum warahmatullahi wabarakatuh. Menurut MUI Jatim, salam merupakan doa yang tidak terpisahkan dari ibadah yang merujuk kepada keyakinan agama masing-masing.

Hukum Mengucapkan Salam ke Nonmuslim

Salam merupakan ibadah yang sangat mudah dan sangat dianjurkan untuk dilakukan. Tentunya sudah ada cara dan lafadz yang telah diatur oleh syariat Islam. Berikut dalilnya:

1. Tidak Boleh Mendahulukan Salam ke Nonmuslim

Sebagaimana hadist berikut ini:

تَبْدَؤُوا اَلْيَهُودَ وَالنَّصَارَى بِالسَّلَامِ, وَإِذَا لَقَيْتُمُوهُمْ فِي طَرِيقٍ, فَاضْطَرُّوهُمْ إِلَى أَضْيَقِهِ – أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ.

Baca Juga :  Gubernur Al Haris - Sekoja Adalah Kota Santri

Berkata bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, “Janganlah memulai mengucapkan salam kepada Yahudi dan Nasrani. Jika kalian bertemu dengan mereka di jalan, maka persempitlah jalan mereka.” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 1319]

Juga dalam sabda lain Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda:

لاَ تَبْدَءُوا الْيَهُودَ وَلاَ النَّصَارَى بِالسَّلاَمِ

Janganlah kalian memulai memberi salam kepada orang Yahudi dan Nasrani. (HR. Muslim 5789).

Pakar Tafsir Al-Qur’an Indonesia, Prof M Quraish Shihab menjelaskan dalam bukunya Islam yang Saya Pahami, hadits tersebut tidak ditujukan kepada semua orang Yahudi, Nasrani, atau Nonmuslim lain. Ada banyak riwayat, baik lisan maupun praktik hidup Rasulullah yang menunjukkan keramahan kepada Nonmuslim.

Misal, memberi mereka hadiah, mengunjungi orang sakit, menerima undangan makan, dan lain-lain. Atas dasar itu, larangan tidak diperbolehkan mengucapkan salam tertuju pada sejumlah mereka Nonmuslim yang memusuhi Islam.

2. Tidak Boleh Menggunakan Salam Nonmuslim

Gunakan salam yang umum. Dalam al- Mausu’ah al-Fiqhiyyah disebutkan,

وإذا كانت هناك حاجة داعية إلى بدء الكافر بالتحية فلا حرج فيها حينئذٍ ، ولتكن بغير السلام ، كما لو قال له : أهلاً وسهلاً أو كيف حالك ونحو ذلك . لأن التحية حينئذ لأجل الحاجة لا لتعظيمه .

“Apabila ada kebutuhan/hajat untuk memulai salam, maka tidaklah mengapa, akan tetapi tidak menggunakan salam (doa keselamatan). (boleh) Mengatakan ‘ahlan wa sahlan’ (selamat datang), ‘Kaifa haluk’ (bagaimana kabar) dan sejenisnya. Salam saat itu karena ada hajat, bukan untuk menghormati berlebihan’.” [Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyyah 25/168]

Demikian juga penjelasan Ibnul Qayyim:

” و قالت طائفة – أي من العلماء – : يجوز الابتداء لمصلحة راجحة من حاجة تكون إليه ، أو خوف من أذاه ، أو لقرابة بينهما ، أو لسبب يقتضي ذلك

“Sebagian ulama menjelaskan, boleh mendahului salam karena ada mashlahat yang lebih besar, misalnya ia membutuhkannya, takut dari gangguannya atau karena ada hubungan kerabat atau sebab lain yang menuntut ia harus memulai salam.” [Zadul Ma’ad 2/424]

Ditilik dari MUI Jatim, ada dua dari lima salam Nonmuslim yang dinilai dapat merusak aqidah seorang Muslim bila diucapkan, yakni yaitu salam Hindu (Om Swastiastu) dan salam Buddha (Namo Buddhaya). Tiga lainnya; salam Katolik (Shalom), salam Kristen (salam sejahtera bagi kita semua) dan salam Khonghucu (salam kebajikan), tidak membawa nama Tuhan.

Baca Juga :  Safari Ramadhan Pertama di Kerinci, Gubernur Al Haris Serahkan Bantuan CSR

Cara Menjawab Salam Nonmuslim

Rozi Ibnu Syahrowardi menjelaskan dalam buku 99 Jalan Meraih Ridho Allah bahwa memberi dan menjawab salam adalah suatu keutamaan dalam berinteraksi sesama Muslim. Bahkan Allah memerintahkan kepada umatnya untuk menjawab dan memberikan penghormatan yang baik apabila diberi penghormatan oleh saudara sesama Muslim.

Hal ini sebagaimana dinyatakan dalam firman Allah pada surat An-Nisa ayat 86, yang berbunyi:

وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ حَسِيبًا

Artinya: “Dan apabila kalian diberi penghormatan maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik atau balaslah dengan penghormatan yang sepadan dengannya. Sungguh Allah memperhitungkan segala sesuatu.” (QS. An-Nisa: 86)

Lalu, bagaimana jika yang memberikan salam itu adalah non Muslim? Apakah harus dijawab dan bagaimana cara menjawabnya?

Berkaitan dengan hal itu, Syekh Nawawi al-Bantani dalam kitab Tanqih al-Qaul, menjelaskan bahwa bila orang musyrik memulai salam terlebih dahulu, maka boleh menjawab dengan ucapan, wa’alaika.

Seperti sabda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam, “Janganlah kau awali orang Yahudi dengan salam dan bila ia mengawalimu maka jawablah dengan berkata wa’alaika’.” (HR. Imam Bukhari)

Berdasarkan hadits di atas para ulama berpendapat bahwa sebaiknya membalas salam untuk orang yang Nonmuslim adalah dengan mengucapkan wa’alaika atau wa’alaikum. Apabila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia maka artinya adalah “semoga atasmu juga”.

Sementara, Imam al-Hasan berpendapat, diperbolehkan menjawab salam kepada seorang Nonmuslim dengan kalimat wa’alaikumussalam, namun tidak diperbolehkan menambahinya dengan kalimat wa rahmatullah. Karena, tidak boleh seorang Muslim memintakan ampunan bagi seorang Nonmuslim.

Berita Terkait

Dua Desa Muara Semerah Dan Muara semerah mudik Gelar Peringatan Isra Mikraj
Bentuk 29 Karakter Luhur Remaja LDII Rungkut Gelar Pengajian Luar Biasa Akhir Tahun Inspiratif 
Rumah Tilawah Alfasyni Perkuat Pembinaan Qur’ani, Siapkan Program Tahfiz untuk Santri Muda
MTQ ke-54 Resmi Dibuka, Gubernur Jambi Ajak Masyarakat Hidupkan Nilai Al-Qur’an dan Pererat Ukhuwah
Wagub Abdullah Sani Kukuhkan Dewan Hakim MTQ ke-54 Jambi, Tegaskan Profesionalisme dan Integritas Penilaian
Pendaftaran Petugas Haji 2026 Dibuka: Ini Kategori Tugas dan Jadwal Seleksinya
Wako Alfin Dan Wawako Azhar Resmi Melepas Kafilah Kota Sungai Penuh Untuk MTQ Ke 54 Tingkat Provinsi Jambi
Ramadan 2026 Kapan Mulai? Ini Perkiraan Tanggal Puasa dan Libur Lebaran dari November 2025
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB