Nasib Pendidikan Anak Pinggir Sungai Batang Merao

- Redaksi

Senin, 20 Mei 2024 - 11:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sungai penuh, Porosjambimedia – Banjir yang melanda Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci sejak awal tahun 2024, hingga saat ini telah memasuki bulan kelima, menyebabkan pemukiman warga di Bantaran Sungai Batang Merao terendam dan terus mengalami pasang surut hingga saat ini.

Kondisi ini telah memberikan dampak yang besar, terutama pada sektor pendidikan. Infrastruktur umum seperti gedung-gedung sekolah PAUD, TK, SD/MI, SMP dan SMA di sepanjang sungaipun harus menghadapi hal yang sama, sehingga banyak siswa yang kehilangan akses pendidikan.

Dampak banjir ini bukan hanya kerusakan fisik pada gedung sekolah dan fasilitas umum lainnya, tetapi juga kerugian besar dalam hal materi pendidikan.Buku pelajaran, alat tulis, dan peralatan sekolah lainnya rusak atau hilang, mengakibatkan terhambat dan bahkan terhentinya proses belajar-mengajar. Anak-anak yang seharusnya berada dalam lingkungan belajar yang aman dan nyaman kini harus berjuang melawan ancaman dan ketidakpastian. Beberapa dari siswa terpaksa berhenti sekolah sementara waktu, yang menghambat proses belajar yang seharusnya terus berjalan.

Selain kehilangan materi pendidikan, anak-anak juga mengalami dampak psikologis seperti trauma dan kecemasan terhadap masa depan mereka. Situasi ini mengungkapkan ketidaksiapan kita dalam menghadapi bencana alam dan tantangan dalam mewujudkan amanat UUD 1945 Pasal 31 Ayat (1), yang menjamin hak setiap warga negara untuk mendapatkan pendidikan.

Baca Juga :  Danramil 1703-04 Letda Inf. Oktovianus Tewas ditembak OPM

Pemerintah telah berupaya semaksimal mungkin, memberikan bantuan darurat seperti kelas sementara, distribusi alat tulis dan lain-lain. Namun, solusi ini masih bersifat sementara dan tidak menyelesaikan masalah mendasar, sehingga tidak memenuhi hak pendidikan dalam jangka panjang. Untuk memenuhi amanat UUD 1945 dan memastikan setiap anak mendapatkan pendidikan yang layak, diperlukan pendekatan yang lebih holistik dan berkelanjutan.

Salah satu solusi jangka panjang yang perlu dipertimbangkan adalah pembangunan atau renovasi infrastruktur sekolah dengan mempertimbangkan potensi bencana, menggunakan teknologi dan desain arsitektur yang tahan terhadap kondisi ekstrem. Ini tidak hanya akan melindungi aset fisik sekolah tetapi juga memastikan kontinuitas proses belajar-mengajar.

Selain itu, pendidikan darurat harus menjadi bagian dari kurikulum. Guru dan staf sekolah perlu dilatih untuk menghadapi situasi darurat, sehingga mereka dapat dengan cepat beradaptasi dan memastikan siswa tetap mendapatkan pendidikan meskipun dalam kondisi bencana. Ini termasuk menyediakan modul pembelajaran yang dapat diakses secara daring atau melalui media lain yang tersedia. Teknologi juga dapat memainkan peran penting dalam situasi ini. Penyediaan akses internet yang memadai yang dapat mendukung pembelajaran jarak jauh. Namun, ini memerlukan kerjasama antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas lainnya, untuk menyediakan infrastruktur dan sumber daya yang diperlukan.

Baca Juga :  Gubernur Al Haris Buka Bersama Ormas dan LSM se-Provinsi Jambi

Di sisi lain, peran komunitas lokal dan organisasi non-pemerintah tidak boleh diabaikan. Mereka dapat membantu dalam upaya rehabilitasi sekolah dan mendukung siswa melalui program-program bantuan pendidikan. Kesadaran dan solidaritas masyarakat sangat penting untuk Meringankan beban anak-anak yang terdampak banjir.

Kesimpulannya, nasib pendidikan anak-anak di pinggir Sungai Batang Merao yang terdampak banjir adalah tanggung jawab kita bersama. UUD 1945 Pasal 31 Ayat (1) harus menjadi landasan moral dan hukum dalam setiap upaya pemulihan dan peningkatan sistem pendidikan  sekalipun di daerah rawan bencana.

Dengan kerjasama yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, kita dapat memastikan bahwa hak setiap anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak tetap terjaga, meskipun di tengah bencana alam.

Penulis : Mukhlis, M.Pd

Editor : Hesty

Berita Terkait

Peduli ibu satariah, Seluruh Elemen Secara Bersama Gelar Donasi
Wako Ahmadi Pimpin Sidak, Pantau Harga Pangan Jelang Hari Raya Idul Adha
Sukma Djaya Negara di lantik sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Sungai Penuh
SOLIDARITAS MASYARAKAT TLS DALAM BENTUK PENGGALANGAN DANA BANTUAN SOSIAL ATAS EKSEKUSI RUMAH SATARIAH DI DESA BALAI
AMSB PEDULI KORBAN EKSEKUSI RUMAH HASIL BANTUAN BAZNAS
LSM Fakta Gelar Aksi Damai di Kejari Sungai Penuh
ISMA Peduli Ravania Gelar Penggalangan Dana Bantu Biaya Pengobatan
Wako Ahmadi Lepas 101 Calon Jama’ah Haji Kota Sungai Penuh

Berita Terkait

Rabu, 12 Juni 2024 - 10:47 WIB

Sukma Djaya Negara di lantik sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Sungai Penuh

Selasa, 11 Juni 2024 - 11:46 WIB

SOLIDARITAS MASYARAKAT TLS DALAM BENTUK PENGGALANGAN DANA BANTUAN SOSIAL ATAS EKSEKUSI RUMAH SATARIAH DI DESA BALAI

Senin, 10 Juni 2024 - 17:20 WIB

AMSB PEDULI KORBAN EKSEKUSI RUMAH HASIL BANTUAN BAZNAS

Jumat, 7 Juni 2024 - 12:26 WIB

SMA NEGERI 2 KERINCI BAGIKAN  BEASISWA PIP (PROGRAM INDONESIA PINTAR) BEKERJASAMA DENGAN BNI.

Selasa, 4 Juni 2024 - 10:07 WIB

Nelly Afrianty Dipercayai Menjadi narasumber Oleh BPMP Provinsi Jambi Dalam upaya Optimalisasi pemanfaatan chromebooks dan akun belajar.id.

Rabu, 29 Mei 2024 - 20:50 WIB

Tafyani dan Fadli sepakat untuk saling mendukung demi kemajuan Kerinci kedepan

Selasa, 28 Mei 2024 - 18:38 WIB

Sepi peminat, Panwascam diminta bersikap profesional bukan karena ada Titipan.

Selasa, 28 Mei 2024 - 17:54 WIB

Kasus Anak bunuh Ibu kandungnya Di kerinci Jambi – Polres Kerinci gelar Press Release

Berita Terbaru

seni dan budaya

Adat lamo pasko usang Semurup, Njuk tau Jelang hari raya qurban

Jumat, 14 Jun 2024 - 21:58 WIB