Anggota KPPS pingsan dan keracunan, ini Kiat yang dibagikan dokter

- Redaksi

Rabu, 14 Februari 2024 - 13:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Porosjambimedia.com – Sekjen Pengurus Pusat Himpunan Fasyankes Dokter Indonesia dr. Putro S. Muhammad menyampaikan kiat-kiat menolong anggota KPPS yang pingsan hingga keracunan sebelum dilarikan ke fasilitas layanan kesehatan terdekat.

Menurut dia, dalam seminar daring yang dipantau di Jakarta, Rabu, untuk korban pingsan, maka orang-orang bisa melakukan bantuan hidup dasar (BHD) seperti menjauhkan korban dari kerumunan supaya akses oksigen tidak terhambat.

“Lakukan bantuan hidup dasar, sebelumnya kalau orang berkerumun bubarkan dulu. Lalu longgarkan pakaian korban (terutama bagian kerah dan pinggang),” kata Putro di Jakarta, Rabu.

Selanjutnya, memposisikan tubuh korban telentang dengan kaki korban lebih tinggi dari posisi jantung. Menurut Putro, memiringkan tubuh korban bisa dilakukan apabila diperlukan.

“Lalu jangan terlalu sering memindahkan korban, kecuali perlu amankan korbankan. Kalau memang belum sadar jangan terus disuruh minum,” jelas dia.

Putro mengatakan kondisi pingsan biasanya terjadi akibat kurangnya asupan oksigen ke otak sehingga pertolongan pertama pada korban adalah memaksimalkan suplai oksigen ke otak. Alasan seseorang pingsan, salah satunya karena dia belum sarapan.

Sementara itu, bantuan hidup dasar, kata dia, merupakan serangkaian tindakan darurat pertolongan pertama untuk menyelamatkan individu dari kondisi medis yang mengancam dan orang awam sebaiknya bisa menguasai kompetensi ini.

Lebih lanjut mengenai BHD, ini juga bisa meliputi pertolongan kala seseorang digigit ular. Dalam konteks pemilu, kondisi ini bisa saja terjadi akibat tempat pemungutan suara (TPS) berada di tengah kebun.

Putro mengatakan penanganan pertama pada korban digigit ular yakni menenangkannya dulu dan tidak membiarkannya banyak bergerak seperti berlari, sembari menghubungi 119.

Baca Juga :  LAKUKAN KECURANGAN PEMILU, ANGGOTA KPPS DIANCAM PIDANA 6 TH PENJARA

“Kalau ada gejala sistemik seperti kelopak mata yang mulai menutup, bengkak sekali, itu harus dicatat,” saran dia.

Kemudian, memposisikan korban pada posisi aman dan nyaman dan balut luka korban dengan bidai lalu kencangkan secukupnya. Putro tak menyarankan bidai diikat terlalu kuat karena dapat menghambat aliran darah.

“Kalau ular mati mati, diidentifikasi, difoto. Siapa tahu saat di rumah sakit nanti anti-bisa bisa dicarikan karena sudah tahu jenisnya,” ujar dia.

Putro melarang orang-orang membuat sayatan-sayatan di tubuh korban, mengoleskan zat-zat seperti pasta gigi, atau menyedot bisa menggunakan mulut karena bisa berisiko terkena racun.

“Dikasih alkohol, jangan ya. Stabilisasi saja, kencangkan secukupnya lalu bawa ke fasilitas pelayanan kesehatan,” saran dia.

Selanjutnya, kondisi keracunan makanan juga saja dihadapi para petugas. Ini merupakan gangguan kesehatan akibat konsumsi makanan yang terkontaminasi, bakteri, virus, parasit, bahan kimia dan jamur tertentu.

Keracunan makanan biasanya ditandai dengan gejala seperti mual, pusing hingga muntah.

Putro menyarankan orang-orang membaringkan korban pada posisi yang nyaman dan aman demi memulihkan tenaganya. Berikutnya, beri minum sedikit demi sedikit misalnya oralit, air garam atau air kelapa bila ada. Selanjutnya, beri korban makanan lunak dengan porsi sedikit.

“Kalau semakin berat hubungi 119 saja. Langsung datangi puskesmas, klinik atau rumah sakit,” ujar dia.

Berkaca pada Pemilu 2019, data kajian Kementerian Kesehatan memperlihatkan sebanyak 10.997 petugas kelompok penyelenggaraan pemungutan suara (KPPS) mengalami sakit dan 485 orang meninggal dunia.

Baca Juga :  Keyakinan Tak Tergoyahkan, Sekali Layar Terkembang, Pantang Surut Mundur Kebelakang

Penyebab kesakitan dan kematian ini antara lain sebanyak 53 persen akibat penyakit kardiovaskular seperti jantung, stroke dan hipertensi; lalu sebanyak 38 persen akibat penyakit gagal pernapasan, asma, gagal ginjal, diabetes dan lever, serta sembilan persen disebabkan kecelakaan.

Sementara itu, Dinas Kesehatan DKI Jakarta membagikan kiat bagi para petugas pemilu saat bertugas, antara lain melakukan peregangan setiap dua jam (tiga hingga lima menit), menggunakan masker apabila flu atau batuk, mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, kemudian membatasi minum kopi, minuman manis dan bersoda, serta segera ke puskesmas atau menghubungi tenaga kesehatan apabila sakit atau ada keluhan kesehatan.

Kemudian, terkait TPS yang nyaman dan aman, Dinas Kesehatan menyarankan sebaiknya tempat itu memiliki ventilasi dan pencahayaan yang baik, tersedia sanitasi atau toilet, kemudian tempat sampah, tempat cuci tangan, sabun dan air bersih yang memadai. Selain itu, tersedia alur yang jelas dan ruang tunggu memadai di TPS agar tidak terjadi penumpukan pemilih.

Di DKI Jakarta, jumlah keseluruhan tempat pemungutan suara (TPS) merujuk Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta Nomor 172 Tahun 2023 yakni sebanyak 30.766 TPS yang tersebar di enam kabupaten/kota, 44 kecamatan, serta 267 kelurahan.

Kemudian, berdasarkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) tingkat Provinsi DKI Jakarta pada Pemilu Tahun 2024, terdapat 8.252.897 pemilih dan 801.803 di antaranya pemilih pemula.

Berita Terkait

Tafyani dan Fadli sepakat untuk saling mendukung demi kemajuan Kerinci kedepan
Sepi peminat, Panwascam diminta bersikap profesional bukan karena ada Titipan.
Beredar kabar  Untuk Kelulusan PPS Di kerinci Jambi Dimintai Sejumlah uang kepada Peserta
Hasil survey – Roli darsa masuk dalam tokoh potensial untuk Pilkada KERINCI 
KPU Kerinci Bantah Isu Pungli Rekrut PPK dan PPS Di Pilkada 2024
Membludak..!! Ribuan warga antarkan Darmadi Mendaftar di DPD NasDem Kerinci
Mayjen TNI Nugraha : Apa yang dilakukan OPM Kepada Danramil Aradide adalah pelanggaran HAM berat
Danramil 1703-04 Letda Inf. Oktovianus Tewas ditembak OPM

Berita Terkait

Rabu, 12 Juni 2024 - 10:47 WIB

Sukma Djaya Negara di lantik sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Sungai Penuh

Selasa, 11 Juni 2024 - 11:46 WIB

SOLIDARITAS MASYARAKAT TLS DALAM BENTUK PENGGALANGAN DANA BANTUAN SOSIAL ATAS EKSEKUSI RUMAH SATARIAH DI DESA BALAI

Senin, 10 Juni 2024 - 17:20 WIB

AMSB PEDULI KORBAN EKSEKUSI RUMAH HASIL BANTUAN BAZNAS

Jumat, 7 Juni 2024 - 12:26 WIB

SMA NEGERI 2 KERINCI BAGIKAN  BEASISWA PIP (PROGRAM INDONESIA PINTAR) BEKERJASAMA DENGAN BNI.

Selasa, 4 Juni 2024 - 10:07 WIB

Nelly Afrianty Dipercayai Menjadi narasumber Oleh BPMP Provinsi Jambi Dalam upaya Optimalisasi pemanfaatan chromebooks dan akun belajar.id.

Rabu, 29 Mei 2024 - 20:50 WIB

Tafyani dan Fadli sepakat untuk saling mendukung demi kemajuan Kerinci kedepan

Selasa, 28 Mei 2024 - 18:38 WIB

Sepi peminat, Panwascam diminta bersikap profesional bukan karena ada Titipan.

Selasa, 28 Mei 2024 - 17:54 WIB

Kasus Anak bunuh Ibu kandungnya Di kerinci Jambi – Polres Kerinci gelar Press Release

Berita Terbaru

seni dan budaya

Adat lamo pasko usang Semurup, Njuk tau Jelang hari raya qurban

Jumat, 14 Jun 2024 - 21:58 WIB