AKSI DEMO MAHASISWA PRO-PALESTINA DI LUAR NEGERI : KOMPAK TERIAK MENYUARAKAN KEMANUSIAAN

- Redaksi

Jumat, 24 Mei 2024 - 21:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Porosjambimedia – Beberapa akhir minggu ini telah dihebohkan dengan aksi demo dari para mahasiswa di luar negeri seperti di AS, Eropa, hingga ke Asia. Gelombang demo besar-besaran ini terus meluas. Para akademisi turun ke jalan menunjukkan solidaritas terhadap warga Palestina.

Demonstrasi mahasiswa pro-Palestina yang dimulai di Universitas Columbia di AS pada pertengahan April telah menyebar ke seluruh dunia dan terus berlanjut meskipun ada tekanan dari polisi. Lebih dari 2.500 orang telah ditangkap selama protes di kampus-kampus di seluruh negeri, dan polisi melakukan penangkapan atas permintaan pemerintah.

Ribuan mahasiswa di seluruh dunia kini berbondong-bondong ke kampus untuk mendukung demonstrasi yang dimulai di Universitas Columbia sebagai protes atas invasi Israel ke Gaza dan menyeruakan hak asasi kemanusiaan. Demonstrasi terus berlanjut di universitas-universitas, khususnya di negara-negara Eropa, meskipun ada tekanan dan perlakuan kasar dari polisi.

Kegiatan demonstrasi ini berujung pada bentrokan dengan pihak berwenang dan pendukung Israel. Di Inggris misalnya, pemerintah membatalkan visa pelajar Palestina yang ikut demonstrasi pro-Palestina di kampus. Di Prancis, ratusan mahasiswa menduduki gedung kampus menuntut tindakan lebih keras terhadap serangan Israel di Gaza, sehingga memerlukan intervensi polisi untuk mengendalikan para pengunjuk rasa.

Di beberapa kampus, demonstrasi ini telah mengganggu operasional normal seperti upacara wisuda, dan beberapa universitas telah mengambil langkah-langkah untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan mahasiswa. Namun aksi solidaritas ini juga menunjukkan bahwa mahasiswa dari berbagai negara bisa bersatu untuk menunjukkan dukungan terhadap Palestina dan menentang invasi Israel ke Gaza.

Aksi demo ini dapat menempatkan pelajar pada risiko untuk berpartisipasi dalam aksi tersebut, seperti yang terlihat pada kasus beberapa pelajar Indonesia yang ditangkap polisi saat demonstrasi di Amerika Serikat. Namun demonstrasi tersebut juga menunjukkan bahwa mahasiswa dapat berperan aktif dalam memerangi kekerasan dan menunjukkan solidaritas terhadap warga Palestina yang terkena dampak perang Gaza. Mereka yang memperjuangkan hak asasi manusia Palestina, telah menyatakan keprihatinannya yang besar terhadap situasi yang sangat sensitif dan kompleks yang terjadi di Palestina.

Baca Juga :  Peduli Pesisir Selatan - Walikota Sungai Penuh Kirim Bantuan Pasca Banjir Bandang

Serangan Israel terhadap Palestina terus meninggalkan kesedihan dan kehancuran. Menjelang akhir tahun 2023, kita menyaksikan berbagai pelanggaran hak asasi manusia selama konflik. Laporan dari berbagai sumber PBB menunjukkan adanya peningkatan serangan Israel terhadap rumah sakit, serangan terhadap jurnalis, dan kekejaman terhadap anak-anak yang berdampak tragis pada kehidupan warga Palestina.

Berikut ini adalah rangkaian pelanggaran HAM yang dilakukan Israel terhadap Palestina sejak akhir tahun 2023.

1. Genosida Yang Dihadapi Penduduk Palestina

Di akhir tahun 2023 menyaksikan kelanjutan serangkaian tindakan genosida yang dilakukan oleh Israel terhadap penduduk Palestina. Menurut laporan dari Badan PBB untuk Hak Asasi Manusia, tindakan ini mencakup pembunuhan massal, pemindahan paksa, serta penghancuran properti yang melibatkan warga sipil Palestina.

Bukti serangan Israel terhadap populasi penduduk Palestina dapat diartikan sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan oleh Mahkamah Pidana Internasional. Pemimpin Israel, termasuk Presiden Isaac Herzog menunjukkan “niat untuk menghancurkan Palestina” dengan menyamakan mereka dengan “binatang”.

2. Penyerangan Berbagai Rumah Sakit

Israel terbukti sudah banyak melanggar hukum internasional salah satunya yaitu dengan menyerang rumah sakit di wilayah Palestina. Laporan PBB mencatat berbagai pengeboman yang menargetkan fasilitas kesehatan, merampas hak mendasar warga Palestina untuk mendapatkan layanan medis yang memadai.

3. Diskriminasi Terhadap Wartawan

Kebebasan pers di Palestina semakin terancam akibat tindakan Israel yang menargetkan wartawan. Setidaknya jurnalis dan pekerja media terbunuh secara tragis. Serangan ini merugikan kegiatan peliputan secara independen dan membuat kesulitan dalam penyebaran informasi terkait konflik serta membuat ketidakadilan dalam mengakses informasi di Palestina.

Baca Juga :  Wakil Walikota Sungai Penuh gelar Safari Ramadhan di Koto Renah, Pesisir Bukit.

4. Kebiadaban Yang Ditujukan Kepada Anak-anak

Anak-anak di Palestina menjadi korban utama kebiadaban Israel, dengan melibatkan tindakan-tindakan kejam seperti penangkapan dengan cara paksaan , penggunaan kekuatan berlebihan yang mengakibatkan anak-anak tersebut merasakan kesakitan, dan pembunuhan. Pelanggaran terhadap hak asasi manusia anak-anak di Palestina menjadi perbincangan serius dalam konflik ini. PBB sudah mengeluarkan pernyataan keras yang mengutuk serangan terhadap warga sipil dan menyebutnya sebagai pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional.

Dalam konteks ini, peran mahasiswa sebagai pendukung perubahan sosial dan politik sangatlah penting. Mereka dapat menggunakan platform mereka untuk menyebarkan informasi tentang situasi di Palestina dan mempengaruhi opini publik dan kebijakan pemerintah melalui demonstrasi dan kampanye.

Dengan adanya kegiatan mahasiswa pro-Palestina yang semakin aktif, dan berbagai organisasi serta individu berpartisipasi dalam gerakan tersebut. Berbagai aksi mereka lakukan, termasuk demonstrasi, petisi, dan kampanye media sosial, untuk menunjukkan solidaritas terhadap rakyat Palestina dan menuntut pemerintah mengambil langkah untuk menghentikan kekerasan dan diskriminasi terhadap warga Palestina. Namun, langkah tersebut juga memicu kontroversi dan perdebatan, beberapa pihak menuduh gerakan tersebut anti-Israel. Dalam beberapa kasus, tindakan tersebut dapat dilihat sebagai bentuk kekerasan dan diskriminasi terhadap pihak yang tidak setuju dengan gerakan tersebut.

Dalam situasi seperti ini, peran mediator dan penyelesaian sengketa yang efektif sangatlah penting. Pemerintah dan organisasi internasional harus berusaha menghentikan kekerasan dan diskriminasi terhadap warga Palestina dan mendorong dialog dan kerja sama antara Israel dan Palestina untuk mencapai perdamaian yang stabil dan berkelanjutan.

Penulis : Muhammad Azlan(Mahasiswa Hukum Unja) & Budi Ardianto, S. H., M. H.

Editor : Hesty

Berita Terkait

Peduli ibu satariah, Seluruh Elemen Secara Bersama Gelar Donasi
KBRI Kairo Resmikan Gerai Baru Ban dan Pelek Kendaraan Indonesia di Kota Madinaty Mesir
SOLIDARITAS MASYARAKAT TLS DALAM BENTUK PENGGALANGAN DANA BANTUAN SOSIAL ATAS EKSEKUSI RUMAH SATARIAH DI DESA BALAI
AMSB PEDULI KORBAN EKSEKUSI RUMAH HASIL BANTUAN BAZNAS
ISMA Peduli Ravania Gelar Penggalangan Dana Bantu Biaya Pengobatan
Billy Anggara Jufri Resmi Dilantik Sebagai Ketua Umum Persatuan Mahasiswa Hukum Kerinci Sungai Penuh (PMHKS)
Darmadi Hadiri Halal bihalal sekaligus pengukuhan Pengurus  HKKN Provinsi jambi
Mempertanyakan Peran PBB Atas Pelanggaran HAM Khususnya Hak Anak Dalam Konflik Yang Terjadi Antara Palestina-Israel

Berita Terkait

Rabu, 12 Juni 2024 - 10:47 WIB

Sukma Djaya Negara di lantik sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Sungai Penuh

Selasa, 11 Juni 2024 - 11:46 WIB

SOLIDARITAS MASYARAKAT TLS DALAM BENTUK PENGGALANGAN DANA BANTUAN SOSIAL ATAS EKSEKUSI RUMAH SATARIAH DI DESA BALAI

Senin, 10 Juni 2024 - 17:20 WIB

AMSB PEDULI KORBAN EKSEKUSI RUMAH HASIL BANTUAN BAZNAS

Jumat, 7 Juni 2024 - 12:26 WIB

SMA NEGERI 2 KERINCI BAGIKAN  BEASISWA PIP (PROGRAM INDONESIA PINTAR) BEKERJASAMA DENGAN BNI.

Selasa, 4 Juni 2024 - 10:07 WIB

Nelly Afrianty Dipercayai Menjadi narasumber Oleh BPMP Provinsi Jambi Dalam upaya Optimalisasi pemanfaatan chromebooks dan akun belajar.id.

Rabu, 29 Mei 2024 - 20:50 WIB

Tafyani dan Fadli sepakat untuk saling mendukung demi kemajuan Kerinci kedepan

Selasa, 28 Mei 2024 - 18:38 WIB

Sepi peminat, Panwascam diminta bersikap profesional bukan karena ada Titipan.

Selasa, 28 Mei 2024 - 17:54 WIB

Kasus Anak bunuh Ibu kandungnya Di kerinci Jambi – Polres Kerinci gelar Press Release

Berita Terbaru

seni dan budaya

Adat lamo pasko usang Semurup, Njuk tau Jelang hari raya qurban

Jumat, 14 Jun 2024 - 21:58 WIB